GANTARINEWS.COM– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terus percepat pembangunan rehabilitasi Jembatan Cidage di ruas Jalan Cijangkar-Kibitey, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, meski terkendala pengangkutan material.
Kendati kondisi jalan menuju lokasi proyek terjal dan rusak, hal itu tak menghalangi proses pekerjaan karena hingga saat ini telah mencapai progres 50 persen.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yana Suryana mengatakan, percepatan pembangunan harus tetap diimbangi dengan kualitas pekerjaan agar jembatan yang direhabilitasi mampu bertahan lama dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
”Seluruh pekerjaan infrastruktur yang dibiayai anggaran pemerintah wajib berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang tertuang dalam kontrak,” ujarnya.
Ia menyampaikan, bahwa pengawasan terhadap rehabilitasi Jembatan Cidage tidak hanya berfokus pada hasil akhir pekerjaan. Pemeriksaan juga mencakup aspek kualitas, kuantitas, volume pekerjaan hingga kesesuaian waktu pelaksanaan.
”Pengawasan tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah, menghasilkan infrastruktur sesuai perencanaan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, kontraktor pelaksana diwajibkan mematuhi arahan pengawas independen maupun konsultan pengawas selama proses pengerjaan berlangsung.
Bahkan, lanjut Yana, Dinas PU telah menyiapkan mekanisme penindakan apabila ditemukan pelanggaran atau kelalaian di lapangan. Teguran dapat diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran lisan hingga surat peringatan.
“Tak berhenti pada pengawasan selama pembangunan, pemeriksaan teknis juga akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan rampung. Tim teknis memastikan kelayakan hasil rehabilitasi sebelum memasuki tahapan serah terima pekerjaan,” terangnya.
Sementara, Tim Teknis Jembatan Cidage, Suratman mengungkapkan, progres rehabilitasi saat ini diperkirakan telah mencapai 50 persen. Pengerjaan bahkan sudah memasuki tahapan pengecoran tiang tengah jembatan.
“Meski medan menuju lokasi masih menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksana proyek. Kondisi jalan yang terjal dan rusak menyebabkan pengiriman material membutuhkan waktu lebih lama sehingga turut memengaruhi kelancaran pekerjaan,” imbuhnya.
Dinas PU berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak dengan tetap mengutamakan mutu konstruksi.
”Infrastruktur ini diharapkan kembali berfungsi optimal, sehingga mobilitas warga dan aktivitas perekonomian di wilayah Nyalindung dapat berjalan lebih lancar,” pungkasnya.***






