GANTARINEWS.COM– Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, serta Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung.
Pembangunan hunian tetap tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan unsur pengusaha dan komunitas sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana serta pemulihan kehidupan masyarakat.
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek teknis guna mendukung kelancaran pembangunan hunian tetap tersebut.
”Dinas Perkim bertanggung jawab dalam aspek perencanaan teknis, desain bangunan, hingga memastikan kualitas hunian yang akan dibangun layak dan aman untuk ditempati masyarakat,” ujar Sendi, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, total hunian tetap yang akan dibangun sebanyak 166 unit, terdiri dari 100 unit di Kecamatan Palabuhanratu dan 66 unit di Kecamatan Gegerbitung. Setiap rumah akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 60 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 36 meter persegi.
“Konsep hunian tetap ini mengedepankan aspek kenyamanan, keamanan, dan ketahanan bangunan, khususnya terhadap potensi bencana di kemudian hari,” jelasnya.
Menurut Sendi, desain bangunan hunian tetap telah disiapkan dan disesuaikan dengan standar teknis serta kebutuhan masyarakat terdampak. Selain itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu.
“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta pihak swasta agar pembangunan hunian tetap ini dapat segera direalisasikan sesuai target,” tambahnya.
Sendi Apriadi juga mengapresiasi peran serta dunia usaha yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi.
”Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha ini menjadi contoh sinergi yang sangat positif dalam upaya penanganan pascabencana dan pemulihan permukiman warga,” pungkasnya.***






